Sistem Operasi Linux


Kata linux dewasa ini sudah tidak terlalu asing bagi para pengguna internet dan banyak kalangan mahasiswa yang cenderung senang mencoba hal-hal yang baru. Linux merupakan salah satu sistem operasi yang dapat berjalan di berbagai platform bahkan termasuk prosesor intel.

Untuk lebih mengenal sistem operasi linux, ada baiknya kita merunut pada sejarah kemunculan sistem operasi ini. Sistem operasi Unix-lah yang mengawali munculnya linux. Unix merupakan salah satu sistem operasi populer selain Mac, OS/2, Novell dan ”Microsoft familly” seperti MS Dos, MS 98, XP, hingga Win Seven.

Kilas Balik Linux

Adalah Linus torvals yang pertama kali menciptakan linux (LINus UniX). Pria Firlandia kelahiran 28 Desember 1969 ini telah mengenal bahasa pemrograman sejak berusia 10 tahun. Dan dikarenakan hobinya di dunia komputer, pada tahun 1990 linus torvald berkuliah Universitas Helsinsky.

Saat itu ia merasa tidak puas pada sistem operasi yang ada pada PC-nya (MS DOS) yang merupakan sistem operasi buatan Microsoft. Linus muda lebih cenderung menggunakan sistem operasi Minix (Small UNIX – versi Andrew S. Tannembaum), dan menemukan beberapa kelemahan sehingga ia mulai mengutak atik kernel milik Minix.

Hingga pada tahun 1991 Linus mengumumkan sistem operasi Linux 0.02, ia kemudian mempublikasikan sistem operasi buatannya itu lengkap dengan source kode programnya, ternyata sistem operasi linux disambut dengan antusias oleh para programmer dan dikembangkan secara terbuka dan bersama.

Saat itu, linux agak sulit diterima masyarakat umum dikarenakan tampilannya yang mirip Unix (mode teks), tapi seiring dengan perkembangan pemrograman linux yang bersifat opensource, kini tampilan grafis linux sudah tergolong baik. Terlihat dari antusias pengguna linux secara keseluruhan.

Linux dibangun dam dikembangkan oleh bermacam kelompok dan komunitas sehingga banyak sekali distro-distro Linux yang beredar. Mulai dari yang berbayar sampai yang bersifat cuma-cuma atau gratis, dari mulai level user pemula hingga level tingkat lanjut, hingga distro-distro linux yang banyak beredar ini terkadang membuat orang awam bingung untuk memilih distro linux yang sesuai dengan keperluannya.

Beberapa distro linux yang cukup digemari di masyarakat, seperti Mandriva, Red Had, open Suse, Fedora, Winlinux, Ubuntu, CentOS, BlankOn dan masih banyak lagi.

Kelebihan Linux

Beberapa kelebihan sistem operasi linux yang mungkin dapat dipertimbangkan, yaitu :

  • Bila dilihat dari faktor harga, Linux dapat dikatakan yang paling murah. kita cukup mengeluarkan biaya Rp. 20.000,- (tergantung harga CD) dan itupun hanya ongkos mencopi CD.  Bahkan di sebagian distro kita hanya perlu membayar biaya ongkos kirim. Hal ini memungkinkan karena sifat “open source” linux.
  • Bersifat multiuser. Yaitu sistem operasi linux dapat digunakan oleh beberapa user dalam sistem pada saat yang bersamaan.
  • Kestabilan sistem yang sangat baik bila dibandingkan dengan sistem operasi yang populer seperti Windows ’95, ’98, NT. Uptime (waktu server hidup tanpa diboot) lebih lama daripada sistem tersebut.
  • Banyak tersedia aplikasi gratis dan legal yang dapat digunakan.
  • Source code yang tersedia sehingga dapat dibuka dan dipelajari serta mendebugnya.
  • Dukungan perusahaan besar seperti : Oracle, Netscape, IBM, Corel, Sun, Informix dan Adaptec.

 

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: